Selasa, 31 Oktober 2017

kepulangan terbaik

Untukmu putri kecil yang telah lama kami tunggu-tunggu..
Tenangkah disana?
Percayalah sayang, kami melepasmu dengan ikhlas
Percaya bahwa ketentuanNya pastilah yang terbaik
Mungkin benar, surga lah tempat terbaik untukmu menetap 

Aunty selalu menghitung hari agar bisa berjumpa dan bermain denganmu, membelikan pakaian-pakaian yang lucu sudah menjadi rencana yang selalu aunty pikirkan, membayangkan kelak kamu akan menjadi hafizah yang membawa ayah dan ibumu kesurga, nenek dan kakek, serta seluruh keluarga..
Ammaca, panggilan yang sudah aunty siapkan agar nanti kamu  bisa memanggilku dengan mudah..

Telah lama kami menunggumu, tapi sekali lagi, Allah lebih menyayangimu..
Kehidupan dunia mungkin tak baik untukmu
Singgah didunia mungkin tak Allah berikan untukmu
Tentu rasa kasihNya terhadap hamba adalah kasih yang terbaik..

Pemberian yang tertunda juga termasuk pemberian..
Baru saja kamu datang, dan Allah menjemputmu lagi untuk tetap menetap disana
Tentu kepergianmu memiliki arti, yang hanya diketahui olehNya..

Tunggu kami dipintu surga sayang

Senin, 30 Oktober 2017

rindu

Mama, satu kata berjuta makna.
 Mama sosok yang selalu kurindukan, walau sehari tak bertemu. Berjarak dengannya karena harus menuntut ilmu dikota perantauan membuatku belajar banyak. Belajar memahami bahwa tak selamanya mama akan selalu ada disampingku,tak selamanya akan menyiapkan bekal kesekolah, menjahitkan baju boneka kesukaanku, menemaniku merapikan mainan dan semua hal yang kami lakukan saat aku kecil dulu. Kini, sekedar memberi kabar dua hari sekali saja kadang sulit kulakukan.
Mama sosok tangguh yang bisa segalanya, wanita tercantik terhebat tersabar dan tersegalanya didunia ini, tak ada kekurangan suatu apapun. Mama ibu yang cerdas yang selalu mampu menjawab apapun yang kutanyakan tentang dunia ini, mama memiliki suara emas yang hanya diturunkan 30% kepadaku, walaupun mama jarang masak karena tak memiliki banyak waktu tapi sekali masak mampu membuatku merasakan lapar setiap saat.
Mama..mama..mama aku sampai lupa kapan terakhir kali mama marah karena kesabarannya yang melebihi apapun.
Aku sampai lupa kapan mama pernah melarangku untuk melakukan apapun yang kumau "hal positif".
Aku sampai lupa apa mama pernah telat barang sehari mengirimkan uang bulanan.
dan  apa pernah aku membahagiakan mama?
Aku punya satu pertanyaan, apakah semua ibu semulia ini?
Apa yang harus kulakukan untuk membalas jasanya & membahagiakannya?
Percayalah maa, setiap sujud doa ade selalu nama mama dan papa yang menjadi kesyukuran paling utama, nikmat memiliki surga dirumah. tak terucap segala pengorbanan dan cinta kasih yang telah mama dan papa berikan bahkan tak pernah kurang apapun.
Maaf jika anak perempuan kalian satu-satunya ini belum bisa memberikan yang terbaik dan masih sepenuhnya bergantung pada mama dan papa.
Semoga waktu kita dialam yang sementara ini masih panjang ya ma pa, ade ingin mempersiapkan mahkota surga untuk mama dan papa , Aamiin.

Sabtu, 23 September 2017

Impian? Harus? #CoffeeBreak10

Impian? Satu kata penuh makna yang harus dimiliki semua orang, tidak peduli siapa dia, darimana ia berasal, mampu atau miskinkah, cantik atau jelek kah, bahkan normal atau tidak kah. Impian adalah energi agar seseorang tetap hidup, bahan bakar semangat dan alasan utama kita bernafas. Impian banyak bentuknya, ada yang mempunyai mimpi sederhana karena terlalu malu untuk memiliki mimpi yang lebih besar mengingat keadaan tidak mendukungnya, ada yang bermimpi sangat besar karena memang semesta seakan sangat mendukungnya hingga memiliki mimpi yang besar adalah suatu kewajiban. Jelas atau tidakkah mimpi itu, setiap orang pasti memilikinya seperti mimpi untuk lulus kuliah tepat waktu, mimpi untuk membahagiakan orang tua, mimpi untuk membeli baju model terbaru minggu depan, semua itu sebenarnya hanyalah rencana yang berbentuk impian.
Saya adalah salah satu orang yang baru-baru ini menemukan apa sebenarnya impian saya, setelah melewati pengalaman hidup yang bisa dibilang cukup melelahkan. Tidak diterima di beberapa universitas setelah enam kali tes dan setelah tes yang ketujuh kalinya baru diterima, pengalaman yang membuat saya sesak jika mengingatnya. Saya termasuk siswi yang selalu tiga besar saat SMA, tidak begitu bodoh tapi tidak begitu pintar juga, mengikuti bimbel intensive setiap hari sampai sore demi mempersiapkan ujian masuk PTN tetap saja membuat saya gagal dan akhirnya masuk di salah satu perguruan tinggi swasta. Tidak ada yang patut disesali karena saya percaya inilah jalannya, walaupun impian besar saya bisa diterima dijurusan sastra inggris dan akhirnya sekarang berada di jurusan kesehatan, awalnya sulit tapi pelan-pelan bisa disyukuri.
Saya menyukai hal-hal seperti menulis, membaca, menggambar, mengarang sesuatu, mengutip kata-kata mutiara dari buku-buku penulis terkenal tapi hal ini sangat berbanding terbalik dengan jurusan saya yang mengharuskan untuk menghapal, mempraktekkan, menghitung dan hal-hal apalah itu. Walaupun tidak menyukainya, saya belajar untuk menerima dan mencintai jurusan saya sekarang, cinta datang karena terbiasa. Di semester empat, akhirnya saya mencoba untuk menembus batas dan mewujudkan mimpi saya yang sebenarnya, menulis, berkarya, dan bisa dinikmati orang banyak. Saya mengikuti salah satu ajang kampus dalam mencari penulis terbaik, Alhamdulillah saya menjadi satu dari lima orang terbaik yang mana sebagian besar berasal dari jurusan sastra saya malah berasal dari jurusan kesehatan. Hal ini membuat saya semakin yakin, bahwa mimpi memang memberikan energi positif, membuat apa yang hampir mati kekeringan bisa hidup kembali, membuat yang mendung kembali menemukan mataharinya, saya bahagia yang tentu hanya akan dirasakan bagi orang-orang yang percaya akan kekuatan mimpi. Mimpi saya tidak berhenti disitu.



Dari zaman SMA saya terbiasa menuliskan apapun impian atau keinginan didalam buku hitam tebal yang biasa saya sebut buku ajaib. Kekuatan dari menulis mimpi dan mengupayakannya memang terbukti dari banyaknya mimpi yang saya centang daripada yang disilang. Saya pernah bermimpi bertemu pak Sandiaga Uno dan foto bareng, selang lima bulan setelah menuliskannya semesta mewujudkan dan tercapailah cita-cita yang tidak sederhana bagi saya itu, disuatu acara tiba-tiba salah satu narasumber berhalangan hadir dan digantikan pak Sandiaga. Saya yang terbang jauh dari Jawa Timur ke Bogor hampir menangis haru karena betapa Allah swt maha pengabul doa-doa. Saya juga bermimpi cerita saya diterbitkan dan bisa dibaca orang banyak, dan Alhamdulillah setelah sembilan bulan menuliskannya di buku ajaib dan mendoakannya setiap sujud, tulisan saya sudah diterbitkan dua kali, walaupun saya masih menginginkannya lebih dari itu.
Banyak mimpi-mimpi lain yang saya yakin punya jalannya masing-masing untuk menjadi nyata, doakan, tuliskan, dan upayakan, semesta pasti akan mendukungnya. Dua mimpi terbesar saya saat ini adalah harus keluar negeri maksimal diumur 21 tahun dan menikah muda maksimal diumur 23 tahun. Mimpi keluar negeri pasti dimiliki semua orang, tapi mimpi kali ini saya ingin keluar negeri bersama keluarga kecil saya dan tidak hanya seorang diri, Aamiin Insya Allah. Untuk impian menikah muda, upaya yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah berdoa, memantaskan diri dengan memperbaiki akhlak, menyempurnakan dalam berbusana, belajar memasak, dan banyak bergaul dengan orang-orang solehah yang tentunya akan mengantarkan pada lingkungan yang baik pula. Untuk mimpi mengenai cita-cita saya ingin menjadi seorang fisioterapis profesional, menjadi penulis yang tulisannya bermanfaat bagi orang banyak, dan menjadi pengusaha yang bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Tanpa impian waktu akan berlalu begitu saja, sampai kita terkejut ketika melihat kalender ternyata besok adalah ulang tahun kita yang ke-30 tapi pencapaian hidup belum membuat kita menangis haru karena bahagia. Jangan mau menjadi ‘seperti kebanyakan orang’, jangan mau menjadi seperti air yang mengalir, jangan lagi menjadi diam karena kini diam tak lagi emas. Jadilah diri sendiri, hiduplah dengan penuh suka cita agar energi positif yang kita ciptakan dapat menular kepada orang banyak, bermimpilah tanpa berkaca karena setiap orang berhak menggapai impiannya, apapun impian itu, kita semua punya hak untuk mewujudkannya, menjadikannya nyata, membuatnya lebih luar biasa dari apa yang kita impikan, hingga kata-kata pun tak akan lagi sanggup menggambarkan betapa bahagianya para pejuang mimpi ketika mimpinya tercapai. 
Setidaknya setelah menulis ini saya percaya salah satu impian saya akan tercapai yaitu menjadi penulis yang tulisannya bermanfaat bagi orang banyak karena ketika menulis impian ini, tidak hanya akan bermanfaat bagi saya agar impian saya diaamiinkan oleh orang banyak tapi para pembaca juga akan memahami betapa mempunyai impian itu adalah hal yang penting. Jangan malu untuk mengungkapkan mimpimu, sebesar apapun, sebelum ada yang tertawa maka percayalah mimpi itu belum terlalu besar, jangan ragukan kekuasaan Tuhan. Teruslah bermimpi para generasi muda, tapi jangan hanya terlena dengan terus bermimpi, bangunlah untuk bergerak mewujudkannya.


Nb: Salah satu kontributor dalam "Gerakan menulis impian bersama Y Dreams Way"

Senin, 28 Agustus 2017

Hijrah #CoffeeBreak9


          Hijrah? kata yang beberapa tahun terakhir menjadi marak dikhalayak. Hijrah seakan menjadi demam baru dikalangan anak muda, menyerang setiap insan untuk terus mengikuti perkembangan zaman yang menuntut setiap orang untuk terus memperbaiki diri. Sebenarnya apa itu hijrah? perubahan menuju insan yang lebih baik.
          Kini trend dalam berbusana adalah salah satu contoh zaman sudah berubah dan sudah saatnya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, walaupun tetap seimbang dengan para kaum yang masih berada pada zaman jahiliyah. Memakai gamis, jilbab syari, bahkan niqab adalah hal yang semakin lumrah kita temukan pada remaja zaman sekarang, Alhamdulillah. Dan untuk kaum ikhwan, celana gantung dipadankan dengan baju koko adalah menjadi hal yang sangat kekinian.Tidak hanya dalam hal berbusana,dari segi kosmetik pun diiming-imingi dengan cap halal nya sehingga para muslimah tentu sangat tertarik dengan kosmetik ini karena semakin mendukung perubahan mereka ke arah yang lebih baik.
          Segenap rasa syukur harusnya menjadi hal yang kita ulang-ulang setiap saat karena diberikan kenikmatan iman dan islam, kenikmatan untuk terus memperbaiki diri setiap hari. Terlepas dari trend berbusana tadi, saya termasuk salah satu muslimah yang berusaha untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslimah, menutup aurat dengan sempurna. Saya pernah berpikir, apakah saya sudah benar-benar hijrah? Ataukah hanya merubah penampilan dan berharap pujian dari manusia? Naudzubillah.
          Hijrah bukanlah sebatas memakai pakaian syari, hijrah adalah melakukan segenap perubahan dari segi penampilan, akhlak, perbuatan dan yang terpenting ibadah. Saya belum merasa benar-benar hijrah karena masih sulit lepas dari musik, masih sering berleha-leha saat azan tiba, masih senang berpose dalam kamera, dan belum membatasi diri untuk aktivitas kampus hingga malam hari yang didalamnya bercampur antara laki-laki dan perempuan, walaupun tujuan kami demi kepentingan orang banyak. Sesungguhnya hijrah tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang, sesungguhnya orang yang hijrah pun belum merasa benar-benar berhijrah.
          Perubahan adalah hal yang sulit ketika lingkungan seakan tidak mendukung, jadi ketika kita melihat orang lain sudah berusaha menjadi lebih baik dari segi penampilan maka dukunglah walaupun akhlaknya belum baik, walaupun masih pacaran, walaupun suaranya masih nyaring, walaupun pergaulan dengan teman lelaki masih belum dibatasi. Setidaknya ketika dia sudah mencoba untuk ‘mulai’ berhijrah maka tugas kita sebagai sesama muslim untuk mendukung dan mendoakannya agar tetap istiqomah dan terus memperbaiki diri. Walaupun saya sendiri pun sering ‘nyinyir’ ketika melihat teman yang sudah syari tapi masih pacaran, Astagfirullah sesungguhnya kita yang melihat orang lain lebih buruk pun belum tentu lebih baik dimata Allah swt.
          Semakin sering melihat dan memahami, saya bangga dengan orang-orang yang mampu untuk berubah secara drastis, dalam waktu singkat. Kecintaannya pada Allah swt tentulah yang menjadi dasar dalam melakukan perubahan menjadi lebih baik walaupun harus melewati tantangan yang tidak mudah.
          Satu hal yang saya yakini, ketika seseorang berani untuk menjadi lebih baik tentu akan Allah swt mudahkan prosesnya untuk menjadi lebih baik lagi. Akan Allah swt jauhkan dari hal-hal yang membawa kearah yang buruk, Alhamdulillah saya merasakannya sendiri. Saya berdoa semoga saya sendiri bisa terus memperbaiki diri dan istiqomah dengan jalan yang saya pilih, saya juga berharap keluarga, sahabat, dan seluruh umat muslim bisa menikmati nikmat iman dan selalu memperbaiki diri dengan hanya mengharap ridhoNya.









Rabu, 16 Agustus 2017

Dirgahayu Indonesia ke-72 (rinduuuuuuu) #CoffeeBreak8

Indonesia, 17 Agustus 2017
Rizka wulandari putri

Haru, bangga, bahagia, bersyukur. Indonesia, negara tercinta sudah memasuki umurnya yg tak lagi "muda".

Teringat 17 Agustus 2014, ya tepatnya tiga tahun lalu. Saat umur belum berkepala dua. Saat masih menjadi Capaskibraka,paskibraka, dan sekarang purna paskibraka. Panasnya lapangan hitam yg kadang lebih nyaman dari kasur dikamar, ternyata sukses bikin rindu itu makin nyata terasa. Hari H memang ditunggu-tunggu, tapi sungguh prosesnya lah yang membuat haru. Berteman sengatan matahari dan amarah pelatih serta ujian mental dari para senior sudah menjadi bumbu-bumbu latihan setiap hari. Belum lagi yang namanya terjerat cinta lokasi. Panas matahari menjadi tidak begitu berarti, apalagi hanya merayap-rayap diatas lapangan hitam dengan ransel yg beratnya hampir tak manusiawi. Tak  peduli panas, becek, hujan sekalipun, pengorbanan demi terkibarnya sang merah putih selalu menjadi tujuan utama dihati. Kini sekedar melihat, mendengar, dan membayangkan masa itu saja sudah cukup membuat rasa ingin kembali itu nyata adanya.. Tapi pepatah yg mengatakan, patah tumbuh hilang berganti memang benar, masa-masa itu bukan milik kami lagi, inilah saatnya generasi baru menjejaki apa yang akan mereka kenang nanti. Rindu kadang berlebihan tapi aku yakin, siapapun yg pernah melewati masa itu, hari ini sedang haru dan ingin kembali.
Salam purna paskibraka prov kaltara 2014!


Kamis, 03 Agustus 2017

Rindu? Istighfar... #CoffeeBreak7


                Kadang rindu memang selucu ini, dia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah kau temui tiba-tiba hadir lagi dimimpimu. Mimpi sederhana tanpa suara, hanya kilasan kejadian sederhana yang pernah terjadi bertahun-tahun lalu. Benar, rasa cinta adalah anugerah tapi apakah berlaku sama dengan rindu? Apakah rindu juga anugerah? Atau ini hanya cara syaitan untuk menggodaku lagi? Untuk mengingat orang yang sudah jelas belum halal untukku.
Cinta memang indah apalagi jika cinta dirasakan oleh kedua belah pihak, iya indah yang menghanyutkan. Cinta membuatmu merasa lebih bersemangat memang, tapi apakah yakin cinta juga membuatmu semangat beribadah? Kalaupun jawabannya iya, bisa dipastikan itu adalah salah satu tipu daya syaitan yang berkamuflase menjadi cinta yang seolah syar’i padahal cinta sebelum halal bagaimanapun bentuknya adalah haram. Haram untuk dirasakan terlalu dalam, haram untuk diikrarkan atas nama pacaran.
Sulit memang ketika kedua pihak sudah saling mencintai tapi terbatas karena pacaran adalah hal yang haram, sulit. Jika sulit kenapa berani jatuh cinta? Kan cinta adalah anugerah. Cinta pada manusia bisa dikendalikan, bisa disalurkan melalui kegiatan lain yang lebih positif. Sempurnakan dulu cinta kita padaNya, baru meminta untuk dikirimkan makhluk terbaik menurut versiNya yang pantas untuk menjadi kekasih halal kita.
                Percayalah, ketika kita menjatuhkan hati pada seseorang pasti menjatuhkan harapan juga ikut didalamnya. Bukankah Allah swt pernah melarang umatnya untuk berharap selain padaNya?. Tapi sebagai manusia biasa saya juga pernah merasakannya, berbagai macam rasa, berbagai macam duka juga tentu dirasakan setelahnya. Jatuh cinta pada sahabat, bertemu cinta pertama setelah sekian lama berpisah, menjalin hubungan jarak jauh, dikhianati, dan berbagai macam polemik percintaan lainnya.
Jujur saya malu ketika harus mengingat betapa jahiliyahnya rizka yang dulu, walaupun selama menjalin hubungan pun saya tidak pernah macam-macam tapi tetap saja ketika pacaran kita sudah melakukan zina hati, karena mencintai orang yang belum halal untuk kita. Memang ketika punya pacar tentu hari-hari yang dijalani lebih berwarna, bersemangat, dan bergairah. Tapi itu hanya sesaat, keindahan itu fana dan tidak berguna, hanya membantu kita membuat jembatan menuju neraka. Ingat! Pacaran tidak akan mendekatkan jodoh dan jomblo tidak akan menjauhkan jodoh. Lantas untuk apalagi pacaran? Bukankah Allah swt telah menuliskan jodoh kita di lauh mahfuz ribuan tahun sebelum kita lahir?.
Alangkah bermanfaatnya jika kita mengisi kesendirian ini dengan terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri padaNya, menggapai cita-cita, membahagiakan orang tua dan keluarga, melakukan hobi dan bermanfaat bagi orang banyak. Tidak akan ada rasa kesepian ketika kita sudah selalu berusaha mendekatkan diri padaNya, karena ketika kita sendiri pun, Allah swt senantiasa bersama kita, memudahkan segala urusan dan memberikan yang terbaik untuk hambanya.
Jika memang teman-teman masih merasa sulit untuk jauh dari pacaran mengingat “aduh pacar saya terlalu baik kak, masa diputusin”, atau “hubungan kami sudah 5 tahun kak, gak mungkin bisa putus”, “Kami sudah tunangan kak, masa iya dibatalin?”, atau “aku cinta dia kak, ntar aku mati kalau putus”. Oh Tuhan tolong, pacar kalian belum tentu jodoh kalian. Saya sudah berkali-kali, melihat fenomena orang yang pacaran 4 5 6 7 tahun pun akhirnya putus juga karena memang bukan jodoh, orang yang sudah menikah pun tidak sampai seminggu harus bercerai karena memang bukan jodoh, alasan terlalu baik? Dia gak bisa disebut baik karena sudah ngajak kamu pacaran, ngajak kamu sama-sama menuju neraka, naudzubillah.
                Saya pernah berada diposisi itu, merasa bahwa pacar saya adalah yang terbaik tapi seiring berjalannya waktu semakin sadar kalau apa yang dijalankan ini semakin sia-sia dan tidak ada manfaatnya. Selalu berdoa setiap sujud, “Ya Allah tolong tunjukkan kalau memang orang ini bukan yang terbaik untuk hambamu” doa itu selalu disebut beserta embel-embel lainnya, berdoa sungguh-sungguh untuk diberi celah agar semakin mudah melepaskannya dan bisa dengan leluasa berhijrah. Alhamdulillah Allah swt adalah sebaik-baiknya pengabul doa, semuanya semakin mudah bahkan saya tidak pernah merasa sedih yang ‘lebay’ sekalipun dia yang pernah membuat saya jatuh cinta begitu dalamnya, dengan santainya punya pacar baru dalam waktu sekejap. Hal ini bahkan tak membuat sedih melainkan bersyukur, karena telah dijauhkan dari orang yang tak baik.
                Teruntuk teman-teman yang masih termasuk kaum pacaran, percayalah saat ini kalian ada dalam fase yang sia-sia, sungguh. Fase yang tidak berujung, kecuali kalian dengan segera memutuskan untuk menikah. Spesialnya untuk kaum akhwat, kita sebagai wanita tentu harus menjaga diri dengan baik, percayalah dengan pacaran hanya akan mendekatkan kalian pada hal yang ‘berbahaya’ yang mengancam masa depan kalian, yang akan menjauhkan kalian dari jodoh terbaik. Begitu juga untuk kaum ikhwan, janganlah kalian menggoda kami para kaum akhwat untuk menerima cinta palsu kalian yang belum waktunya dengan mengumbar janji-janji lapakan yang tidak berguna. Jangan egois hanya karena kalian ingin memuaskan apa yang hendak kalian puaskan, jangan merasa berkuasa atas kami sebelum kalian benar-benar datang pada wali dan meminta kami dengan cara yang diridhai Allah swt.
Saya hanyalah gadis biasa berusia 20 tahun yang tentunya mengharapkan jodoh terbaik, yang entah berada dibelahan bumi mana, yang pasti saya yakin dia ada, dia nyata,kedatangannya pasti dan bisa menerima segala kekurangan ini untuk dilengkapi menjadi kelebihan. Dengannya saya bisa membagi mimpi dan bersama-sama meraihnya, meraih ridhoNya, menjalani sisa hidup untuk menjadi makhluk yang senantiasa memperbaiki diri dan bermanfaat bagi orang banyak, tinggal waktunya saja, yang semoga dipercepat dan dipermudah langkahnya menuju saya, Aamiin.
Untukmu yang kupercaya juga sedang memperbaiki diri, jagalah hati dan dirimu hingga waktu yang tepat akan mempertemukan kita untuk menyempurnakan separuh agamaNya bersama. Aamiin


Ps: Serius, ini nulisnya baper sambil ngebayangin jodoh impian baca ini dan segera kerumah temui papa, hahaha 

Jumat, 28 Juli 2017

Kakakku, satu-satunya (Super Brother part II)



Kurang lengkap rasanya jika sudah membahas adikku satu-satunya tapi bel  um membahas kakakku satu-satunya. Kak kiki (nama panggilan). Kakak laki-laki kebanggaanku (karna emang cuma punya satu kakak), anak pertama di keluarga, cucu pertama dari keluarga papa, dan akan menghasilkan cucu pertama juga buat mama dan papa. Serba pertama ya betewe.

Terpaut 8 tahun sama k kiki bikin aku gak begitu banyak mengingat kenangan masa kecil kami, karna saat aku masih bayi pun kakak ku sudah besar. Walaupun begitu, aku tetap mengingat saat-saat antri di pale-pale yang jualan gambar-in disekolah samping rumah dan beli yang gambarnya amigos (anak 90-an pasti tau), main ayunan dibawah pohon depan rumah yg papa bikinin tapi dirusakin sama anak sd samping rumah, main sepeda dalam rumah (saking magernya ) dan buat kota dari rumah-rumahan hadiah majalah bobo (90an on the story). 
Dan banyak lagi kisah lain yg sebenarnya seru karna khas anak 90-an tapi sulit sekali jika kuingat karna waktu itu aku masih balita. 

Waktu aku kelas 4 SD, ka kiki sudah sma, waktu aku smp, ka kiki sudah kuliah, dan waktu aku kuliah, k kiki sudah nikah dan bakal punya anak (doain yaa). Jadi jarak umur yang jauh membuat kami tak begitu banyak
Menghabiskan waktu bersama mengingat kakak ku itu salah satu orang yang "mengaku" eksis dimasanya. Menjadi pengurus osis aktif, menjadi salah satu vokalis band "yang katanya" terkenal di sma nya atau dijamannya mungkin, dan menjadi pemain basket "amatiran" bener bener sukses bikin aku ga ingat banyak soal kebersamaan kami.

Tapi walaupun tak begitu banyak menghabiskan waktu bersama, saat kuliah diluar kota begini dialah yg menjadi satu-satunya teman curhat yg "lumayan" lah wkwk. Curhat soal kuliah, teman, masa depan, maupun percintaan biasanya selalu diladenin mungkin karna dia tahu aku susah sekali curhat sama orang lain (siapapun). 
Waktu smp dulu, melepas ka kiki merantau kuliah dimalang juga menjadi salah satu pengalaman yg sedih walaupun sedihnya cuma hari itu aja dan lebih beharap dia cepat pulang biar dapat oleh-oleh (oke maap:D)

Walaupun terlihat cuek sebenarnya kakak ku ini sama kaya aku, sayang tapi pencitraan. Sebagian besar boneka yang ada ditempat tidurku, dikamar, dirumah kami, semuanya beliau yg kasih. Entah kado, oleh-oleh, atau memang aku yg minta beliin :D. Gak cuma boneka, handphone ku yg sekarang sudah hampir butut pun kakak ku yg beliin, yg sebelumnya juga, yg sebelumnya juga kayanya. Sepatu juga, dulu jaman smp "iseng" posting foto sepatu ditwitter (berharap ada yg peka), ternyata bener beliau adalah kakak yg super peka, ahh thanksfull ya Allah atas pemberian kakak seperti ini. Buku juga, sebagian besar buku dirakku adalah pemberian olehnya. Perasaan semuanya pemberian yaa wkk.

Walaupun aku sadar, kayanya terakhir kali aku kasih k kiki kado jaman kapan gitu, sampe lupa saking lamanya. Jujur ini bukan karena apa, aku yg minder mau  ngasih kado karna tahu selera beliau tinggi ntar kalau aku beliin yg biasa biasa cuma diketawain lagi (suudzon ya?) mau beliin yg luar biasa pun anak kos ini belum sanggup he-he, so tunggu waktunya aja ya akak, minta doanya.


Sekarang k kiki sudah menjadi bakal Ayah (Insya Allah), gak terasa saat aku ngantarin dia ke bandara untuk merantau, sebaliknya aku yang diantar, dan sekarang sudah semakin berumur (tua wkk). 
Semoga bisnis ka kiki semakin lancar dan berhasil menjadi pengusaha muslim yang kaya dan bermanfaat bagi orang banyak, bagi umat, bagi keluarga dan agama, Aamiin. Semoga jadi bapak dan suami dan kakak dan anak yang soleh dan teladan bagi ade, bagi eja, bagi istri, bagi mama papa, bagi calon bayi, dan bagi orang banyak, Aamiin. 

Semoga persaudaraan ini menjadikan kita senantiasa memperbaiki diri dan menjadi hambaNya yang taat. Aamiin.

Teruntuk kakaku satu-satunya,
Terimakasih sudah menjadi kakak dan sahabat yg baik untuk ade, yg ikhlas menjadi tampungan curhat dan peraduan kesulitan, serta menjadi sumber keuangan kedua setelah mama he-he.

Coffee Break diujung usia Quarter Life Crisis (25)

 Alhamdulillah... menghitung hari akan memasuki usia 26. Rasanya tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, matahari sepertinya sudah j...