Minggu, 20 Oktober 2019

Malang malam ini #Blogseries3

Boleh aku bilang kita seperti uapan kopi yang tidak lagi mengepul? 
Kau hidangkan aku tapi tak kunjung kau minum.
Kutau kau resah, tuan.
Hidupmu tak lain adalah tentang perjuangan. Bukankah aku selalu berjanji akan jadi peneman?
Aku atau sepertinya kau yg lupa tuan?
Untuk apa dan seperti apa mimpi yang sudah kita ciptakan.
Kita dingin, seperti malang malam ini.
Kau kalut dengan bebanmu, aku bermain dengan tanda tanyaku.
Aku tau ini bukan lagi hal sesederhana rasa cemburu, rasa tertarik pada orang lain selain kita, bukan, bukan itu.
Ini perihal haluan kita yg nampaknya semakin berlawanan.
Kau bersihkeras dengan kemudi dan petamu, sedangkan aku tetap pada layarku yg menanti angin untuk dibawa kemana, ketempat yang telah lama jadi mimpiku.
Bagaimana kapal kita? Apa aku yg harus pergi dan berlabuh pada kapal yg lain? Atau kau mencari penumpang yang searah dengan tujuanmu? 

Malang malam ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Coffee Break diujung usia Quarter Life Crisis (25)

 Alhamdulillah... menghitung hari akan memasuki usia 26. Rasanya tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, matahari sepertinya sudah j...